Polres Sumenep Bakal Didemo Keluarga Korban, Jika Oknum Guru Cabul SDN Kebunagung Tak Kunjung Ditangkap

- Redaksi

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Sumenep Bakal Didemo Keluarga Korban, Jika Oknum Guru Cabul SDN Kebunagung Tak Kunjung Ditangkap. (foto/ist)

Polres Sumenep Bakal Didemo Keluarga Korban, Jika Oknum Guru Cabul SDN Kebunagung Tak Kunjung Ditangkap. (foto/ist)

Faktadata.id, Sumenep – Keluarga korban bakal menggeruduk melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Sumenep, Polda Jawa Timur, jika Oknum Guru PNS Cabul berinisial ‘SO’ di SDN Kebunagung ll belum juga ditangkap hingga Senin yang akan datang.

Untuk diketahui, Oknum Guru PNS inisial ‘SO’ telah dilaporkan ke Polres Sumenep terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh beberapa orang tua korban yang diantara korbannya adalah muridnya sendiri.

Laporan masuk ke Polres Sumenep pada Selasa (14/5/2024) lalu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/111/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR dan Senin (20/5/2024) lalu sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/B/121/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, Laporan Polisi Nomor: LP/B/122/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/V/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan pada hari ini Kamis, (30/5/2024) beberapa korban baru dari Polda Jawa Timur, dilakukan asesmen ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Baru dateng dari asesmen ke RS Bhayangkara, jadi sudah tuntas tahapannya tinggal tindaklanjut pihak Polres untuk penetapan tersangka,” kata salah satu orang tua korban dilansir Jurnalis Indonesia, Kamis (30/5/2024).

Keluarga korban kata dia, kini menunggu sikap tegas dan respon tindaklanjut dari Polres Sumenep paling lama hingga Senin yang akan datang.

“Kalau masih tidak ada penetapan tersangka kepada terlapor (pelaku) maka pihak Polres ini terkesan mengulur-ngulur waktu kepada pelaku untuk melakukan upaya pelemahan kepada keluarga pelapor, salah satu contoh dari empat pelapor sudah ada satu yang dicabut laporannya, dan tidak menutup kemungkinan pelaku (terlapor) akan terus berupaya melakukan upaya pelemahan dengan cara apapun untuk memperdayai pelapor,” ungkapnya.

Lanjut dia, kalau kasus ini tidak cepat ditangani, maka keluarga korban akan melakukan aksi ke Polres Sumenep untuk mendesak dan mempertanyakan kejelasan tindaklanjut penetapan tersangka dan menangkap pelaku (terlapor) karena semuanya sudah memenuhi syarat hukum.

“Untuk itu pihak Polres jangan terkesan mengulur-ngulur waktu lagi karena semua tahapan prosedur langkah hukum sudah terpenuhi semua,” pintanya.

Ia mengungkap, bahwa keluarga korban bukannya tidak tahu kalau dari pihak oknum pelaku (terlapor) sudah bergerilya melakukan segala upaya melemahkan atas kasus ini baik ke APH dan Dinas Pendidikan dengan menarasikan bahwa kasusnya fitnah.

“Sungguh sangat picik, apakah kurang cukup bukti dengan adanya beberapa orang (korban) yang melaporkan,” geramnya.

Bahkan dikatakan, sebelum orang tua korban melaporkan ke Polres Sumenep, beberapa siswa itu juga sudah melaporkan terlebih dahulu kepada Kepala SDN Kebunagung ll waktu bulan puasa lalu.

“Kita akan lihat meskipun tanpa kaca pembesar seperti apa respon Polres Sumenep dan seperti apa tindakan dari dinas terkait untuk tindakan atas kasus asusila pencabulan ini, apakah akan mengulur-ngulur waktu atau sigap dan tegas kepada pelaku oknum guru cabul atau akan melakukan pembiaran sehingga memberikan ruang waktu kepada pelaku untuk berupaya melakukan upaya pelemahan kepada pelapor dan juga memberikan ruang kepada pelaku untuk bisa beralibi memperluas narasi seakan kasus ini adalah fitnah dan bohong?, sedangkan faktanya sudah jelas bahkan ini sudah banyak korban di waktu sebelum-sebelumnya,” bebernya.

Sementara dikonfirmasi pada Senin (27/5/2024), Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti beralasan masih akan melakukan pemeriksaan kepada Kepala SDN Kebunagung ll. “Serta pemeriksaan kepada beberapa saksi,” sebutnya.

Dan hari ini Kamis, (30/5/2024) dihimpun Jurnalis Indonesia, saksi sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik di Polres Sumenep.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Sampang Ringkus Bandar Sabu Setelah Jadi DPO
Pastikan Lancar, Bupati Fauzi Monitoring TKA SMP di Sejumlah Sekolah
Sekda Sumenep Tekankan Pentingnya Peran Guru dalam Membangun Generasi Berdaya Saing di Konkerkab PGRI
Pasutri di Sampang Jadi Tersangka Curanmor, Sudah Beraksi di 11 TKP
Data Penerima PKH Tidak Transparan, Masyarakat Desak Dinsos Sampang Turun Tangan
Pencopet Beraksi di Pasar Bulak Banteng, Tas Disilet, HP Warga Raib, Polisi Harus Segera Bertindak
Satpol PP Sampang Tutup Sementara Lyco Cafe
Petani di Sampang Tewas Dianiaya Saat Garap Sawah, Pelaku Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:41 WIB

Satresnarkoba Polres Sampang Ringkus Bandar Sabu Setelah Jadi DPO

Senin, 6 April 2026 - 12:54 WIB

Pastikan Lancar, Bupati Fauzi Monitoring TKA SMP di Sejumlah Sekolah

Kamis, 2 April 2026 - 17:14 WIB

Sekda Sumenep Tekankan Pentingnya Peran Guru dalam Membangun Generasi Berdaya Saing di Konkerkab PGRI

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Pasutri di Sampang Jadi Tersangka Curanmor, Sudah Beraksi di 11 TKP

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:55 WIB

Data Penerima PKH Tidak Transparan, Masyarakat Desak Dinsos Sampang Turun Tangan

Berita Terbaru

Wabup Sampang Sidak ke Sekolah Penerima MBG dan SPPG

FAKTADATA

Wabup Sampang Sidak ke Sekolah Penerima MBG dan SPPG

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:03 WIB