Faktadata.id, Sampang – Rendahnya cakupan vaksinasi di Kabupaten Sampang, Madura, berdampak pada melonjaknya kasus campak yang kini telah mencapai 90 kasus di awal tahun 2026, Rabu (15/4/2026).
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mengakui, tingkat imunisasi masyarakat masih jauh dari harapan. Minimnya kesadaran warga disebut sebagai faktor utama yang memperparah situasi tersebut.
Untuk itu, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mengambil beberapa upaya. Salah satunya para tenaga kesehatan (nakes) diinstruksikan untuk menyebarkan informasi melalui media sosial.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes KB Sampang, Laili Nafilah, mengatakan bahwa strategi komunikasi harus berubah yaitu mengikuti pola konsumsi informasi masyarakat saat ini.
“Kami meminta seluruh nakes untuk aktif menyebarkan informasi lewat media sosial. Baik itu melalui video singkat, poster digital, hingga testimoni edukatif tentang bahaya campak,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)
Melalui gerakan di media sosial ini, para tenaga kesehatan diharapkan mampu menjawab kekhawatiran orang tua mengenai keamanan vaksin campak.
Promosi kesehatan ini adalah jembatan. Tujuan akhirnya adalah agar warga kembali mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan anak-anak mereka terlindungi dari penyakit yang sebenarnya sangat bisa dicegah ini. (frk)









