Faktadata.id, Sampang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dosen Politeknik Negeri Madura (Poltera) mengembangkan e-Khitan Florence, sebuah sistem informasi dan pemesanan layanan berbasis web dan chatbot.
Inovasi ini dihadirkan untuk mendorong digitalisasi administrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.
Penerapan teknologi ini menyasar mitra klinik Griya Sehat Florence (GSF) yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kota Sumenep. Sebelum adanya platform ini, GSF masih mengandalkan pencatatan manual dan reservasi via pesan WhatsApp. Kondisi tersebut kerap memicu hambatan operasional, seperti lambatnya respons pasien hingga risiko penjadwalan layanan yang bertabrakan.
Ketua Pengmas Poltera, Muhammad Furqon, M.T., menyampaikan bahwa melalui e-Khitan Florence, GSF dapat mengelola layanan dengan lebih terstruktur sekaligus memberikan akses informasi yang lebih cepat kepada masyarakat
“Melalui e-Khitan Florence, GSF kini dapat mengelola pemesanan layanan secara lebih terstruktur. Sistem ini menyediakan fitur reservasi daring, digitalisasi rekam medis, serta chatbot WhatsApp,” katanya.
Menurutnya, Chatbot tersebut dapat merespons pertanyaan pelanggan secara otomatis selama 24 jam. Fitur ini membantu GSF memberikan informasi layanan kepada calon pasien tanpa harus menunggu petugas merespons secara manual.
“Kami akan terus mendorong dosen untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung. Melalui kolaborasi dengan Griya Sehat Florence, e-Khitan Florence menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi digital untuk mendukung administrasi dan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Langkah Poltera ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam mendukung smart healthcare di wilayah Madura, sekaligus menciptakan sistem pelayanan kesehatan mandiri yang lebih adaptif, tertata, dan mudah diakses masyarakat. (frk)










