Faktadata.id, Pamekasan – Matahari pagi belum terlalu terik ketika ratusan lubang tanam sudah disiapkan di sisi timur dan selatan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Desa Ceguk, Tlanakan, Jumat, 5 Juni 2026.
Tepat pukul 08.00 WIB, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto memimpin apel singkat tanda dimulainya aksi tanam massal. Tak sendiri, ia didampingi jajaran Forkopimda, manajemen PT Medco Energi, turun ke lapangan, mencangkul, menanam, lalu menyiram.
Penanaman 370 pohon ini jadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Pamekasan. Kolaborasi Pemkab dan Medco tersebut menyasar SGMRP karena kawasan stadion kebanggaan warga Madura itu dinilai masih minim ruang terbuka hijau.
“Ini komitmen kita mewujudkan Pamekasan yang asri dan berkelanjutan,” tegas Sukriyanto sambil menepuk tanah di sekitar bibit trembesi yang baru ia tanam.
Baginya juga, menambahkan, tidak cukup bersih-bersih Jumat pagi. “Sekarang waktunya kita tanam, kita rawat,” kata Wakil Bupati Pamekasan.
Bagi Sukriyanto yang pernah menjabat Kades Blaban, Batumarmar, menanam pohon bukan seremoni. Ia ingin gerakan ini menular ke warga.
“Saya harap masyarakat Pamekasan punya spirit yang sama. Rawat pohon yang kita tanam hari ini. Demi lingkungan kita bersama,” ujarnya.
Kepala DLH Pamekasan Supriyanto menambahkan, 370 lebih bibit yang ditanam sengaja dipilih yang cepat tumbuh dan rindang.
“Tabebuya buat estetika, trembesi buat peneduh. Ini edukasi nyata,” jelas Supriyanto yang juga Plt Kadis PUPR.
Menurut dia, SGMRP setiap sore ramai dipakai warga jogging dan latihan komunitas. Namun area teduh masih terbatas.
“Cuaca makin panas. Kalau pohon ini hidup semua, dua tahun lagi yang olahraga di sini pasti lebih nyaman. Lebih rindang, lebih sejuk,” tandasnya.
Supriyanto sekaligus menitip pesan keras: jangan tebang pohon sembarangan. “Pohon itu jaga iklim. Kalau habis ditebang, kita yang rugi. Udara makin panas, air tanah susah,” katanya.
Bagi Pemkab, 370 pohon ini bukan angka terakhir. Penanaman jadi bagian dari ikhtiar memperluas RTH di wilayah kota sekaligus mitigasi perubahan iklim. Ke depan, area SGMRP dirancang jadi kawasan olahraga terpadu yang hijau. Ada rencana tambah jogging track, taman edukasi, dan area UMKM di bawah rindang pohon.
Menutup kegiatan, Wabup Sukriyanto kembali mengingatkan, menjaga lingkungan butuh kerja bareng. “Pemerintah sudah mulai. Medco sudah bantu. Sekarang giliran masyarakat ikut merawat. Biar anak cucu kita nanti masih bisa hirup udara segar di Pamekasan,” pungkasnya. (mif)









