Faktadata.id, Sumenep – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal kepulauan, Hosnan Abrori, mengapresiasi program mudik gratis tahun 2025 Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang sukses direalisasikan dinikmati masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura.
Baginya, di tengah derasnya arus urbanisasi dan tantangan geografis wilayah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo tampil sebagai pelipur lara bagi warganya yang tinggal di daerah terluar. Sebuah program bernama Mudik Gratis Lebaran 1446 H menjadi jembatan harapan bagi ribuan masyarakat pulau yang ingin merayakan hari kemenangan di pangkuan keluarga tercinta.
Program ini tidak hanya menjadi solusi logistik. Lebih dari itu, sebagai simbol keberpihakan dan keberanian untuk membumikan nilai-nilai keadilan sosial. Sebuah langkah konkret dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat paling pinggir.
Hosnan Abrori menilai program mudik gratis Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bismillah Melayani Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai “wujud nyata cinta pemerintah kepada rakyatnya”.
“Kami sampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada Bupati Sumenep atas program mudik gratis ini. Ini bukan hanya soal kapal dan tiket. Ini soal kehadiran negara di tengah masyarakat yang selama ini merasa jauh dari pusat,” kata Hosnan kepada wartawan, Minggu (13/04/2024).
Hosnan, yang juga dikenal sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dan berasal dari wilayah kepulauan lebih lanjut menyatakan, bahwa program ini telah menjawab kerinduan masyarakat akan pemerataan layanan publik. Menurutnya, kebijakan itu sejajar dengan visi-misi pembangunan inklusif yang selama ini digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Ini bentuk keadilan sosial dalam arti yang sesungguhnya. Pemerintah tidak lagi memusatkan perhatian hanya pada daratan, tetapi juga menengok dan merangkul saudara-saudara kita di pulau-pulau,” ungkapnya.
Hosnan berharap agar program ini tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, melainkan menjadi bagian dari skema pelayanan berkelanjutan yang diperluas jangkauannya dan ditingkatkan kualitasnya.
“Bayangkan dampaknya, bukan hanya ekonomi, tetapi juga emosional. Warga bisa memeluk ibu, ayah, anak-anak mereka, tanpa dihantui ongkos mahal. Ini adalah momen yang tak tergantikan,” jelasnya.









