Komnas HAM Nilai Latsarmil Tak Relevan untuk Manajer Koperasi yang Sudah Makan Korban Lima Nyawa, Desak Program Dihentikan

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komnas HAM Nilai Latsarmil Tak Relevan untuk Manajer Koperasi yang Sudah Makan Korban Lima Nyawa, Desak Program Dihentikan

Komnas HAM Nilai Latsarmil Tak Relevan untuk Manajer Koperasi yang Sudah Makan Korban Lima Nyawa, Desak Program Dihentikan

Faktadata.id, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah menghentikan program pembekalan berupa Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang diwajibkan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti pelatihan dasar militer.

Menurut Komnas HAM, materi latihan militer tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi. Penguatan kapasitas calon manajer seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan manajerial, kepemimpinan, tata kelola koperasi, serta literasi keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menegaskan pemerintah perlu mengevaluasi sekaligus menghentikan pelaksanaan pembekalan berbasis latihan dasar militer bagi calon manajer KDMP maupun KNMP.

“Agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manajer koperasi KDMP dan KNMP,” ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan, koperasi merupakan lembaga ekonomi yang berorientasi pada pengelolaan usaha, pelayanan kepada anggota, serta tata kelola organisasi. Karena itu, pelatihan dasar kemiliteran dinilai tidak secara langsung mendukung tercapainya kompetensi tersebut.

Komnas HAM juga menyoroti adanya korban jiwa dalam pelaksanaan program tersebut sehingga menjadi perhatian serius yang harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Pertahanan hingga 27 Juni 2026, lima peserta SPPI meninggal dunia akibat sejumlah kondisi medis, di antaranya heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.

Kelima peserta yang meninggal dunia tersebut yakni Yonanda Mohamad Taufiq saat mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Annisa Muyassaroh di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Novia Rahmadhani Sihotang di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Muhammad Rifqi Renaldi di Satdik Yon Para Raider 465, serta Nola Diasari di Satdik C Kalimantan.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Targetkan Pengisian 121 Kepala Sekolah Definitif Rampung Juli 2026
Bentuk Kepedulian, Pemkab Sampang Berbagi Kebahagiaan Santuni 1.000 Anak Yatim
DPRD Sampang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pansus LHP BPK Resmi Dibentuk
Presiden Prabowo Resmikan Jalan Inpres 1.151 Kilometer di Sampang
Tak Hanya Promosi, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kepercayaan Nasabah Melalui Kunjungan Langsung
Pembiayaan Emas Syariah Jadi Andalan Baru BPRS Bhakti Sumekar untuk Masyarakat Sumenep
DKPP Sumenep Optimalkan Dana Cukai untuk Dukung Produktivitas Petani Tembakau
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sumenep Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Batang-Batang

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:33 WIB

Komnas HAM Nilai Latsarmil Tak Relevan untuk Manajer Koperasi yang Sudah Makan Korban Lima Nyawa, Desak Program Dihentikan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:50 WIB

Bupati Pamekasan Targetkan Pengisian 121 Kepala Sekolah Definitif Rampung Juli 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:44 WIB

Bentuk Kepedulian, Pemkab Sampang Berbagi Kebahagiaan Santuni 1.000 Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:40 WIB

DPRD Sampang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pansus LHP BPK Resmi Dibentuk

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:51 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Jalan Inpres 1.151 Kilometer di Sampang

Berita Terbaru