Rekam Medis Elektronik hingga Antrean Online, RSUDMA Sumenep Melesat ke Era Smart Hospital

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati

Faktadata.id, Sumenep – Komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus diperkuat melalui percepatan transformasi digital di seluruh lini layanan.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melakukan modernisasi sistem kerja agar lebih transparan, efisien, dan terukur, seiring tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan mudah diakses.

Seiring peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, manajemen RSUD dr H Moh Anwar Sumenep langsung menggenjot pembenahan berbasis teknologi. Digitalisasi dilakukan mulai dari sistem pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang telah terintegrasi dengan platform nasional Kementerian Kesehatan, Satu Sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Integrasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan konsep Smart Hospital yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi ini juga dirancang untuk menjawab persoalan klasik layanan kesehatan, seperti antrean panjang, proses administrasi yang rumit, serta lambatnya akses data medis.

Dengan sistem yang lebih tertata, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menargetkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan ramah bagi masyarakat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar mengikuti tren modernisasi.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan pelayanan. Transformasi digital ini adalah strategi menjawab tuntutan zaman,” terang dr. Erliyati.

Salah satu inovasi yang langsung dirasakan pasien adalah penerapan sistem pendaftaran dan antrean online. Melalui layanan ini, pasien dapat menentukan jadwal kunjungan, memilih dokter, hingga memperoleh nomor antrean sebelum datang ke rumah sakit.

Sistem tersebut membuat pelayanan lebih terjadwal sekaligus menekan penumpukan pasien di ruang tunggu. Menurut dr. Erliyati, waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam, kini dapat dipangkas secara signifikan, terutama pada jam-jam pelayanan padat.

Selain mempermudah akses layanan, digitalisasi juga meningkatkan kualitas pelayanan medis. Penerapan RME melalui aplikasi Meditrack memungkinkan data pasien tersimpan secara aman, sistematis, dan dapat diakses secara real time oleh tenaga kesehatan yang berwenang.

Melalui sistem ini, dokter dapat dengan mudah menelusuri riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, hingga terapi yang pernah dijalani pasien, sehingga proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis menjadi lebih cepat dan tepat.

“Inovasi ini sangat membantu koordinasi antarlayanan dan mempercepat proses penanganan pasien,” jelas Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati.

Keunggulan RME juga terlihat dalam peningkatan koordinasi lintas unit, mulai dari poliklinik, IGD, hingga ruang rawat inap. Seluruh tindakan medis terdokumentasi dengan baik, memudahkan evaluasi, pengawasan, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.

Konsistensi dalam transformasi layanan ini mengantarkan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, sebagai bukti pemenuhan standar tertinggi nasional dalam mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan tata kelola manajemen.

Pencapaian tersebut semakin mengukuhkan posisi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura Timur. Dengan dukungan teknologi dan penguatan sumber daya manusia, rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini dinilai kian siap bersaing dengan rumah sakit modern di tingkat regional.

Meski mengedepankan teknologi, manajemen rumah sakit menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama. Digitalisasi justru dimanfaatkan untuk mengurangi beban administratif tenaga medis agar mereka dapat lebih fokus pada pelayanan langsung kepada pasien.

“Melalui sistem digital terpadu, seluruh data pasien dikelola secara aman dan terintegrasi,” tegas dr. Erliyati.

Ke depan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Sumenep berkomitmen terus mengembangkan transformasi digital seiring kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan, demi menghadirkan layanan yang profesional, modern, dan berdaya saing tinggi bagi warga Sumenep dan sekitarnya.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Siap Beri Dukungan Atas Inovasi Program ICP UNIBA Madura
DPRD Sampang Gelar Rapat Paripurna, Bahas Rekomendasi LKPJ Tahun 2025
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gandeng Kejari dan BPN Perkuat Good Governance
Komisi III DPRD Sumenep Dorong Perkuat Digitalisasi Transaksi demi Dongkrak PAD
DPRD Sumenep Tekankan Transparansi dan Pemerataan Pembangunan dalam Evaluasi LKPJ 2025
DKPP Sumenep Perluas Program Optimalisasi Lahan hingga Wilayah Kepulauan
Bank Sampang Jalin Sinergi dengan RS Qona’ah untuk Perkuat Layanan Keuangan Syari’ah di Sektor Kesehatan
Perkuat Infrastruktur Daerah, Bupati Sampang Terima Hibah BMN dari Kemenkeu RI

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:21 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Siap Beri Dukungan Atas Inovasi Program ICP UNIBA Madura

Kamis, 30 April 2026 - 22:02 WIB

DPRD Sampang Gelar Rapat Paripurna, Bahas Rekomendasi LKPJ Tahun 2025

Kamis, 30 April 2026 - 21:17 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gandeng Kejari dan BPN Perkuat Good Governance

Kamis, 30 April 2026 - 19:28 WIB

Komisi III DPRD Sumenep Dorong Perkuat Digitalisasi Transaksi demi Dongkrak PAD

Kamis, 30 April 2026 - 18:49 WIB

DPRD Sumenep Tekankan Transparansi dan Pemerataan Pembangunan dalam Evaluasi LKPJ 2025

Berita Terbaru