Faktadata.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Sumenep Bersholawat 2026 sebagai kegiatan keagamaan yang sarat makna. Agenda ini menjadi wadah ungkapan rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pemerintahan selama satu tahun terakhir, Sabtu (28/2) malam.
Kegiatan tersebut juga menjadi momen evaluasi kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati Imam Hasyim. Selain itu, acara ini dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi menegaskan bahwa Sumenep Bersholawat tidak sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur atas berbagai program pembangunan yang telah berjalan, sekaligus ruang introspeksi terhadap kebijakan yang telah dilaksanakan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mensyukuri capaian pembangunan yang diraih. Fauzi menekankan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak lepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat Sumenep.
Acara yang terselenggara bekerja sama dengan Majelis At-Taufiq itu dipadati ribuan jamaah. Lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema khidmat, diiringi doa agar Kabupaten Sumenep senantiasa diberi keberkahan, ketenteraman, dan kemajuan di berbagai sektor.
Cak Fauzi juga menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur maupun peningkatan layanan publik. Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat agar tercipta keseimbangan yang harmonis.
“Pemerintah daerah akan terus menghadirkan program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi lokal, hingga pemberdayaan sumber daya manusia,” jelasnya.
Sumenep Bersholawat menjadi simbol kuatnya hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Melalui momentum ini, terjalin komunikasi yang lebih akrab sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan dan bernilai ibadah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Harapan dipanjatkan agar Sumenep terus berkembang sebagai daerah yang religius, makmur, dan damai.
Dengan semangat bersholawat dan refleksi kepemimpinan, pemerintah dan masyarakat optimistis kebersamaan yang terbangun akan menjadi energi positif dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan bermartabat bagi masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura.










