Faktadata.id, Sampang – 10 Febuari 2026 – Program ketahanan pangan Desa Majangan berubah jadi lelucon pahit. Kandang ayam petelur megah yang dibangun oleh BUMDes, kini hanya menjadi monumen kosong tak berpenghuni. Sementara itu, Penjabat (PJ) Desa berinisial (K) bagai hantu, sulit dihubungi dan jarang menampakkan batang hidungnya di kantor desa.
Kandang ayam yang seharusnya ramai dengan suara ayam dan telur-telur segar, kini hanya menyisakan debu dan kekecewaan warga. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini, justru berakhir menjadi pemandangan yang memprihatinkan.
Saat awak media mencoba mengorek informasi dari PJ Desa (K) terkait misteri kandang ayam kosong ini, yang bersangkutan memilih bungkam seribu bahasa. Telepon dan pesan singkat yang dilayangkan tak berbalas. Bahkan, kabarnya PJ Desa ini lebih sering berada di luar desa daripada berkantor melayani masyarakat.
“Ini namanya ketahanan pangan apa ketahanan anggaran? Kandang ayamnya mewah, tapi ayamnya gak ada. PJ Desanya kemana? Kok malah ngilang?,” gerutu salah seorang warga Majangan, Aziz dengan nada sinis.
Aziz pun menduga, ada aroma tak sedap dalam proyek BUMDes ayam petelur ini. Mereka khawatir, anggaran yang seharusnya digunakan untuk membeli bibit ayam dan pakan, justru menguap entah kemana.
Masyarakat Majangan menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait. Mereka mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan mengusut tuntas proyek BUMDes yang amburadul ini. Jangan sampai program ketahanan pangan yang seharusnya menjadi harapan, justru menjadi bahan tertawaan!
“Kami akan terus menggali informasi terkait skandal kandang ayam kosong ini. Jangan-jangan, ada “ayam-ayam” lain yang ikut bermain dalam proyek ini,” ungkapnya. (mat)









