Kadinkes Sumenep Luncurkan Program ORI Campak untuk Memutus Rantai Penularan

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadinkes Sumenep Luncurkan Program ORI Campak untuk Memutus Rantai Penularan

Kadinkes Sumenep Luncurkan Program ORI Campak untuk Memutus Rantai Penularan

Faktadata.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat bergerak cepat dalam menangani wabah campak di ujung timur pulau Garam Madura.

Terbukti, kini Pemerintah Daerah melalui Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep bergerak gerak cepat dengan meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) campak.

Program imunisasi massal ini menyasar 74 ribu lebih anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun di seluruh kecamatan. Hari pertama pelaksanaan dipusatkan di TK Rumah Pintar Sumenep, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Imam Hasyim dengan didampingi Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasyah.

Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)

Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim didampingi Kadinkes P2KB Ellya Fardasyah saat meninjau langsung vaksinasi campak di salah satu sekolah di wilayahnya, Senin (25/08/2025)

“Kami menargetkan capaian imunisasi minimal 90 persen. Tapi kunci keberhasilan bukan hanya di pemerintah, melainkan dukungan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan para ulama untuk memberi pemahaman bahwa imunisasi adalah benteng masa depan anak-anak kita,” terang Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat meninjau langsung Vaksinasi Campak di Salah Satu Sekolah, Senin (25/08/2025).

Wakil Bupati Sumenep mengajak masyarakat tidak abai terhadap penyebaran campak. Masyarakat diimbau agar memiliki kesadaran bersama dan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menangani sekaligus mengantisipasi penyebaran campak itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasyah mengatakan dan memastikan program ORI berlangsung selama dua pekan.

Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah juga mengatakan, apabila dalam rentang waktu tersebut masih ada anak yang belum divaksin, pihaknya akan melakukan penyisiran tambahan selama satu minggu.

“Target minimal 90 persen harus tercapai. ORI ini adalah cara paling efektif memutus rantai penularan campak yang kini terus melonjak,” ungkap Kadinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasyah.

Dengan kondisi 2.105 kasus suspek campak tercatat hingga akhir Agustus, pemerintah daerah menegaskan tidak ada pilihan lain selain mempercepat imunisasi massal.

Harapannya, melalui langkah ini Kabupaten Sumenep bisa segera keluar dari penyebaran campak itu.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia
FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi
Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang
Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks
Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan
Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura
Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang
RSUD Sumenep Tingkatkan Mutu Pelayanan melalui Pengoperasian CT Scan 64 Slice

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:10 WIB

FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan

Berita Terbaru