FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA (JURNALIS INDONESIA) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (FIKOM Unitomo) bekerja sama dengan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) BPC Surabaya Raya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan komunikasi saat organisasi menghadapi krisis.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program PERHUMAS Goes to Campus bertajuk “Turning Chaos Into Clarity: Seni Berkomunikasi Saat Krisis Melanda Organisasi”. Kegiatan ini digelar di RM Soemantri, Lantai 3 Gedung A Unitomo, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Forum tersebut menghadirkan kalangan akademisi dan praktisi untuk membahas strategi menghadapi krisis komunikasi di tengah derasnya arus informasi. Mahasiswa diajak memahami pentingnya menyampaikan informasi secara akurat, menunjukkan empati, menjaga integritas, serta mempertanggungjawabkan setiap pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Dekan FIKOM Unitomo, Dr. Nur’annafi Farni Syam Maella, M.I.Kom., menuturkan bahwa pendidikan komunikasi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan berbicara di depan publik atau menyusun pesan. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki daya pikir kritis, kepedulian sosial, dan etika profesional.

Menurut perempuan yang akrab disapa Anna tersebut, komunikasi yang baik ketika krisis terjadi harus mampu memberikan kejelasan informasi sekaligus menunjukkan bahwa organisasi memahami kekhawatiran masyarakat.

“Dalam situasi krisis, publik membutuhkan kejelasan informasi sekaligus kepastian bahwa kekhawatiran mereka didengar dan ditindaklanjuti. Karena itu, komunikasi harus berangkat dari kejujuran, empati, dan kesediaan organisasi untuk bertanggung jawab. Kepercayaan dibangun melalui keselarasan antara pesan yang disampaikan dan tindakan yang dilakukan,” ujarnya.

Anna menambahkan, kemampuan berkomunikasi perlu diimbangi dengan kecakapan mendengarkan, memeriksa kebenaran informasi, dan memahami kondisi pihak yang terdampak. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya terampil menyampaikan pesan, tetapi juga mampu melihat persoalan dari sudut pandang kemanusiaan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa di balik setiap krisis ada manusia yang terdampak. Kemampuan berbicara dan menyusun pesan harus disertai kepekaan untuk mendengar, memverifikasi informasi, dan memahami pengalaman orang lain. Kompetensi inilah yang ingin kami tumbuhkan dalam pendidikan komunikasi di FIKOM Unitomo,” tuturnya.

Ia menilai, kerja sama dengan PERHUMAS BPC Surabaya Raya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik di dunia profesional. Pengalaman para praktisi diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai pengambilan keputusan, mitigasi risiko, serta upaya mempertahankan kepercayaan publik saat krisis berlangsung.

Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., turut menyampaikan pentingnya penyelenggaraan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai bidang akademik, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis dan etika profesional.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Benny Siga Butarbutar. Ia mengulas pengaruh media terhadap pembentukan persepsi masyarakat ketika suatu organisasi berada dalam situasi krisis.

Benny mengingatkan bahwa pemberitaan dapat membantu masyarakat memahami persoalan apabila disajikan berdasarkan fakta. Sebaliknya, informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kebingungan dan memperburuk keadaan.

“Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk persepsi publik. Dalam situasi krisis, media bisa menjadi penyelamat, tetapi juga bisa memperkeruh keadaan jika informasi yang disampaikan tidak akurat,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya organisasi memiliki tata kelola komunikasi yang terarah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menetapkan juru bicara agar informasi yang diterima masyarakat tetap konsisten dan tidak menimbulkan penafsiran yang saling bertentangan.

Selain itu, kecepatan memberikan respons pada fase awal krisis menjadi faktor penting. Benny menyebut satu jam pertama atau the golden hour sebagai periode yang perlu dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi awal secara tepat sehingga ruang bagi simpang siur informasi dapat diminimalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Benny turut menyoroti perlunya peningkatan mutu jurnalistik melalui penguatan kemampuan berpikir kritis, perluasan wawasan, dan pelaksanaan peliputan investigasi. Ia mengingatkan bahwa media maupun praktisi hubungan masyarakat harus menjunjung objektivitas serta menghindari manipulasi informasi demi membangun persepsi tertentu.

“Jangan sampai informasi yang disampaikan justru membuat persoalan semakin besar. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat dan membangun pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Perspektif dari kalangan praktisi hubungan masyarakat disampaikan Ketua PERHUMAS BPC Surabaya Raya, Indriani Siswati. Kehadirannya memberikan tambahan wawasan mengenai praktik kehumasan, pengelolaan reputasi, serta penyusunan strategi komunikasi organisasi ketika menghadapi persoalan yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik.

Melalui program PERHUMAS Goes to Campus, FIKOM Unitomo berupaya memperkuat hubungan antara lingkungan akademik dan dunia profesional. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan komunikasi yang kritis, adaptif, kompeten, dan berintegritas.

Bekal tersebut menjadi penting agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan di bidang jurnalistik maupun hubungan masyarakat, khususnya dalam mengelola informasi, merespons situasi krisis, dan menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat. (mulyadi)

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang
Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks
Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan
Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura
Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang
RSUD Sumenep Tingkatkan Mutu Pelayanan melalui Pengoperasian CT Scan 64 Slice
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kader Puskesmas Camplong Sampang Ikuti Pendampingan Pelatihan ATMH dari Global Fund
Jamin Kepastian Hukum, Pengadilan Agama Sampang Imbau Masyarakat Manfaatkan Isbat Nikah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:10 WIB

FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura

Berita Terbaru