Faktadata.id, Sampang – Puskesmas Banyuanyar, Kabupaten Sampang, terus menggencarkan upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks dengan meluncurkan program skrining HPV DNA.
Pemeriksaan HPV DNA difokuskan untuk mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus tipe risiko tinggi sebelum berkembang menjadi kanker serviks.
Skrining menjadi penting karena pada tahap awal, infeksi HPV maupun perubahan pada leher rahim sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan.
Kepala Puskesmas Banyuanyar, dr. Lilik Suryani, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat, khususnya perempuan yang menjadi sasaran program skrining, untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pemeriksaan lebih awal memberikan kesempatan yang lebih baik untuk melakukan pemantauan dan penanganan apabila ditemukan adanya kelainan.
“Kami mengajak seluruh perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksinya, salah satunya melalui skrining kanker leher rahim atau kanker serviks. Salah satu metode yang saat ini digunakan untuk deteksi dini adalah pemeriksaan HPV DNA,” katanya, Rabu (07/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau dianggap memalukan. Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan perempuan secara keseluruhan. Masyarakat dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai prosedur, manfaat, hasil pemeriksaan, dan tindak lanjutnya.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Deteksi dini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan dan melindungi kualitas hidup perempuan serta keluarganya,” jelasnya.
Puskesmas Banyuanyar berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang edukatif, ramah, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Puskesmas Banyuanyar turut mengimbau para wanita di Kabupaten Sampang agar tidak takut atau ragu untuk melakukan pemeriksaan. Edukasi dan pemahaman yang benar mengenai pentingnya deteksi dini terus disampaikan guna mengikis stigma dan rasa cemas di tengah masyarakat. (frk)








