Faktadata.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengusulkan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk tahun anggaran 2026. Program tersebut diarahkan guna meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program Oplah merupakan salah satu kebijakan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah sentra produksi pangan. Selain mendukung peningkatan hasil panen, program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan pengajuan kembali program tersebut didasarkan pada hasil pelaksanaan Oplah tahun 2025 yang dinilai cukup berhasil.
“Pelaksanaan tahun sebelumnya berjalan baik, termasuk pembentukan Brigade Pangan di sejumlah kecamatan seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk. Itu menjadi dasar bagi kami untuk kembali mengusulkan program serupa pada 2026,” papar Chainur Rasyid, Kamis (30/4).
Chainur Rasyid menjelaskan, untuk pelaksanaan tahun depan, DKPP Kabupaten Sumenep mengusulkan beberapa wilayah daratan sebagai lokasi program, yakni Kecamatan Gapura, Ganding, dan Batuan. Sementara untuk wilayah kepulauan, Kecamatan Arjasa juga masuk dalam daftar usulan penerima program.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menerangkan, bahwa pada pelaksanaan sebelumnya setiap titik program memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp46 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan sarana pendukung pertanian, seperti jaringan irigasi, serta penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan Brigade Pangan.
Chainur Rasyid mengatakan, jika Brigade Pangan memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian yang lebih modern dan terorganisasi.
“Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak penerapan sistem budidaya yang lebih efektif sehingga hasil produksi dan nilai ekonomi petani dapat meningkat,” terangnya.
Chainur Rasyid lebih lanjut mengatakan, jumlah Brigade Pangan ke depan akan terus ditingkatkan karena dinilai menjadi kunci dalam pengelolaan lahan berbasis keterampilan dan manajemen pertanian yang lebih profesional.
Melalui pengajuan Program Oplah 2026 tersebut, DKPP berharap produksi padi di Kabupaten Sumenep dapat terus mengalami peningkatan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal, peningkatan hasil panen juga diharapkan berkontribusi terhadap target swasembada pangan nasional.
“Fokus utama program ini memang pada tanaman pangan, khususnya padi. Dengan optimalisasi lahan yang maksimal, kami optimistis produksi pertanian akan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tegas Chainur Rasyid.









