Kuasa Hukum Buka Suara Soal Kholisa dalam Kasus Dugaan Pencurian Emas: Klien Kami Saksi, Bukan Tersangka

- Redaksi

Sabtu, 12 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktadata.id, Pamekasan – Kuasa Hukum Kholisa, Yolies Yongki Nata mengungkapkan kedudukan kliennya dalam laporan kasus dugaan pencurian emas seberat 10 gram milik Samsiyah ke Polsek Larangan.

Pada kasus tersebut, menurutnya bahwa kliennya menjadi salah satu saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Sampai saat ini, statusnya tidak berubah.

“Jadi, kami tegaskan, klien kami adalah saksi. Bukan calon tersangka, apalagi tersangka,” kata Yongki kepada awak media, Sabtu (12/4/2025).

“Jadi, jangan membuat framing klien kami untuk dijadikan tersangka,” imbuhnya.

Yongki pun mengungkapkan kehadiran kliennya ke rumah pelapor kehilangan emas, Samsiyah bukan karena keinginannya atau inisiatifnya sendiri.

Menurutnya, kedatangan Kholisa ke rumah Samsiyah pada Rabu 2 Oktober 2024, yang ditelepon oleh anak Samsiyah bernama Laili. Dia disuruh ke rumahnya karena mau diajak bersama-sama ke sebuah acara.

“Andai Kholisa tidak ditelepon dan tidak disuruh datang ke rumah Samsiyah oleh anaknya bernama Laili, maka dia tidak mungkin datang. Dan kepentingan Kholisa ke rumah Samsiyah sudah jelas bahwa dia ditelepon dan diajak berangkat bareng ke sebuah acara,” katanya.

“Ketika di rumah Laili, Kholisa tidak pernah masuk ke kamar. Dia berada di ruang tamu,” ujarnya.

Kemudian, Yongki menjelaskan bahwa hasil sidik jari tidak jelas, tidak ditemukan sidik jari Kholisa. Jika hasil pemeriksaan dari indentifikasi Polres Pamekasan terhadap pemeriksaan sidik jari di lemari milik pelapor tersebut jelas ada sidik jarinya Kholisa, maka sejak awal kliennya sudah barang tentu naik status sebagai tersangka.

“Kenyataannya kan tidak. Tidak ditemukan sidik jari Kholisa di lemari tersebut,” tegasnya.

Selain itu, mengenai emas yang hilang di dalam tas menurut korban adalah emas campuran. Ada yang dibeli di toko emas Pamekasan dan ada emas dari Arab. Anehnya, tidak ada bukti kwitansi satu pun dari emas yang dimaksud korban atau pelapor dalam kasus ini.

Menurutnya, hal ini tentu tidak masuk akal. Kebiasaan masyarakat, jika menyimpan emas, biasanya disimpan terpisah dengan kwitansinya.

“Ini malah hilang dengan kwitansinya. Sehingga, kami mempertanyakan, jangan-jangan bukan emas yang hilang, atau memang mengada-ada kehilangan emas padahal tidak kehilangan emas,” ucapnya.

Selanjutnya mengenai handphone Kholisa, yang juga diperiksa oleh pihak kepolisian. Menurut Yongki, handphone kliennya sudah diperiksa di laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim. Dan tidak ditemukan apapun yang mengindikasikan kepada Kholisa sebagai pencuri.

“Jika hasil identifikasi terhadap bukti bahwa Kholisa sebagai pencuri, maka sudah pasti handphone tetap akan dijadikan barang bukti. Tetapi, nyatanya handphone klien kami dikembalikan penyidik,” tutur Yongki.

Mengenai hal ini, menurut korban kehilangan di rumah korban, Yongki meminta penyidik Polsek Larangan, atau Polres Pamekasan, agar memeriksa dan melabfor seluruh handphone milik orang yang ada di lingkungan rumah tersebut tanpa terkecuali.

“Ini guna menemukan pencuri yang sebenarnya,” ujarnya.

Yongki pun menyampaikan bahwa perkara yang melibatkan kliennya sebagai saksi itu telah digelar di Polda Jatim. Salah satu sebabnya, karena telah menjadi atensi publik.

“Karenanya, publik tidak perlu meragukan kinerja dari penyidik, baik di Polsek Larangan, Polres Pamekasan, maupun Polda Jatim,” terang Yongki.

Lebih lanjut, Yongki menjelaskan bahwa saksi yang memberikan keterangan tidak jelas kesaksiannya. Berapa beberapa meter saksi melihat kejadian tersebut. Dan saksi tidak mengetahui secara detail tas yang menurut saksi dimasukkan klien kami ke jok motornya.

“Bisa saja saksi merupakan saksi setingan atau saksi yang dibuat-buat untuk mengatakan Kholisa mencuri emas, sehingga diperlukan alat bukti lain sebagaimana dalam pasal 184 KUHP. Kami meragukan kesaksian saksi ini karena kesaksiannya tidak jelas,” katanya. (hen)

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia
FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi
Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang
Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks
Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan
Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura
Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang
RSUD Sumenep Tingkatkan Mutu Pelayanan melalui Pengoperasian CT Scan 64 Slice

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:10 WIB

FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan

Berita Terbaru