Orang Tua Korban Warning Agar Terdakwa Oknum Guru Cabul ‘Sudiarto’ Dihukum Maksimal

- Redaksi

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampang terdakwa oknum Guru PNS Cabul bernama 'Sudiarto' ketika mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Sumenep

Tampang terdakwa oknum Guru PNS Cabul bernama 'Sudiarto' ketika mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Sumenep

Faktadata.id, Sumenep – Orang tua korban mewarning agar terdakwa oknum guru PNS cabul bernama ‘Sudiarto’ dituntut hukuman maksimal dan seberat-beratnya. Sudiarto kini menjadi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri Sumenep. Rabu (6/11/2024) nanti, agenda sidang penuntutan terhadap terdakwa oknum Guru PNS Cabul ‘Sudiarto’.

Sebagai informasi, oknum Guru PNS Cabul ‘Sudiarto’ merupakan tenaga pendidik di SDN Kebunagung ll yang diduga tega mencabuli muridnya sendiri yang korbannya tidak hanya satu. Sudiarto dilaporkan ke Polres Sumenep oleh beberapa korbannya. Oleh Polres Sumenep oknum Guru PNS biadab itu dijerat Pasal 82 ayat (1), (3) RI No. 17 tahun 2016 atas perubahan UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Salah satu orang tua korban mewarning supaya Jaksa Penuntutan Umum pada Kejaksaan Negeri Sumenep menuntut terdakwa oknum Guru PNS Cabul sang predator anak itu dengan hukuman maksimal.

“Selaku keluarga korban kami mewarning Jaksa harus menuntut terdakwa oknum guru PNS Cabul predator anak itu dengan hukuman maksimal dan seberat-beratnya. Apalagi oknum guru tersebut adalah ASN yang seharusnya mendidik siswanya malah tega melakukan pencabulan sudah sejak lama,” tegasnya. Senin (4/11/2024).

Apalagi yang dirinya ketahui, kalau seorang Guru melakukan tindak pidana kepada siswa didiknya hukumannya lebih berat lagi ditambah 1/3 dari putusan hukuman belum lagi korbannya lebih dari satu orang.

Keluarga korban optimis Jaksa Penuntutan Umum pada Kejaksaan Negeri Sumenep dan Majelis Hakim Pengadilan setempat yang menangani perkara terdakwa oknum Guru PNS Cabul yang meresahkan itu berintegritas dan profesional dalam menegakkan hukum dan keadilan untuk para korban yang notabene anak dibawah umur.

“Kami dari keluarga korban juga terus mengawal di persidangan untuk memastikan terdakwa itu mendapatkan hukuman yang setimpal. Harapannya, tuntutan dan putusan nantinya terdakwa pelaku dihukum maksimal dan seberat-beratnya apalagi kasus ini menjadi atensi yang harus ditindak tegas biar dibuat pelajaran agar ke depan khususnya di Sumenep seorang guru harus disiplin, profesional sesuai dengan aturan yang berlaku di dunia pendidikan,” paparnya.

Apalagi dipaparkan, dilihat dari progres jalannya persidangan terdakwa terkesan berbelit-belit padahal bukti dan saksi bahkan kepala sekolah sudah memberikan kesaksian atas aduan dari beberapa siswa dan bukti surat aduan beberapa siswa sudah ditunjukkan ke Majelis Hakim.

Anehnya kata dia, terdakwa pelaku menghadirkan saksi meringankan dari siswa alumni. Padahal lanjutnya, sudah tahu kalau kasus ini terjadi sudah beberapa tahun yang lalu. “Alhamdulillah malah menguatkan keterangan saksi korban dan memberatkan terdakwa,” ungkapnya.

Kemudian terdakwa pelaku ungkap dia, menghadirkan saksi siswa aktif untuk bersaksi padahal saksi yang dihadirkan dalam persidangan merupakan yang pertama yang melaporkan kepada kepala sekolah dan paling lantang memberikan keterangan bahwa juga menjadi korban. Dan dokumentasi foto dan video ada waktu difasilitasi di Balai Desa Kebunagung dan malah orangtua saksi siswa aktif itu yang memberikan info kepada orang tua korban yang melaporkan.

“Usut punya usut yang hadir adalah Sukkur masih kerabat paman dari terdakwa pelaku,” bebernya.

Dan dalam persidangan juga dikatakan, terdakwa pelaku pencabulan masih bisa berdalih bahwa surat pernyataan yang dibuat sendiri dan ditandatangani sendiri di dinas itu masih dibilang dijebak.

“Hal ini jika kita tindaklanjuti ke dinas terkait dimana surat pernyataan itu dibuat dan ditandatangani pelaku sendiri masih bisa berdalih bahwa itu dijebak. Hal ini akan menimbulkan reaksi baru di dinas terkait dan patut untuk diklarifikasi agar pernyataan terdakwa kasus pencabulan menjadi terang benderang. Dan bagi Dinas Pendidikan harus mengambil sikap atas pernyataan terdakwa pelaku pencabulan untuk menidak tegas bagi oknum pencabulan tersebut untuk dilakukan pemecatan/pemberhentian dengan tidak hormat karena sudah merusak citra guru pendidik dan juga sudah mencoreng instansi terkait khususnya Dinas Pendidikan,” pintanya.

Salan satu orang tua korban ini menegaskan, bahwa bersama dengan keluarga korban lainnya bakal terus mengawal kasus ini hingga tuntas sampai terdakwa pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Mengingat, kata dia, keluarga terdakwa pelaku itu seakan-akan menyepelekan dengan berkoar-koar kalau memiliki jalur kuat untuk mengkondisikan Kejaksaan dan Pengadilan karena memiliki orang dalam. Di mana, diduga kakak terdakwa pensiunan pegawai Pengadilan.

“Dan itu juga pernah disampaikan kepada salah satu korban waktu mendatangi rumah saudara pelaku di Pangarangan. Maka dari itu kami dari keluarga korban memastikan akan mengawal kasus ini hingga terdakwa pelaku dihukum maksimal dan seberat-beratnya,” tegas dia.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang
Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks
Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan
Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura
Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang
RSUD Sumenep Tingkatkan Mutu Pelayanan melalui Pengoperasian CT Scan 64 Slice
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kader Puskesmas Camplong Sampang Ikuti Pendampingan Pelatihan ATMH dari Global Fund
Jamin Kepastian Hukum, Pengadilan Agama Sampang Imbau Masyarakat Manfaatkan Isbat Nikah

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura

Rabu, 30 September 2026 - 21:01 WIB

Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang

Berita Terbaru