Sang Legenda “Mega Remmeng” Kembali Bersinar, Bangkitkan Kebanggaan Madura di Festival Tongtong 2025

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktadata.id, Sumenep – Setelah bertahun-tahun vakum dari panggung besar kesenian daerah, grup musik tong-tong legendaris asal Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Mega Remmeng, akhirnya kembali mengguncang bumi Sumenep pada ajang Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025.

Kehadirannya sontak disambut gegap gempita oleh para pendukung setianya dari berbagai wilayah Madura. Mereka bersorak penuh haru menyambut kemunculan kembali sang legenda yang telah lama dinantikan.

Mega Remmeng tampil dengan ciri khas lamanya—warna hitam-putih, kuda terbang “Arya Kuda Panoleh”, serta aransemen lagu yang megah dan orisinal. Semua unsur itu menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu serta kebesaran tokoh Arya Joko Tole, pahlawan sakti asal Sumenep yang melegenda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorakan pendukung pecah di garis finis ketika Mega Remmeng melintasi arena. Beberapa di antara mereka bahkan tak kuasa menahan air mata, terharu atas kembalinya ikon kesenian yang telah lama hilang dari panggung besar daerah.

“Saya benar-benar terharu. Saya pikir Mega Remmeng tidak akan tampil lagi, tapi malam ini mereka kembali dengan ciri khas yang sama seperti tahun 2009,” ujar Tohawi, salah satu pendukung setia asal Batang-Batang, Sabtu malam (18/10/2025).

Menurutnya, kemunculan Mega Remmeng bukan semata soal kompetisi, tetapi lebih kepada kebanggaan dan identitas masyarakat Madura, khususnya warga Legung Timur. Ia berharap grup tersebut tetap tampil di festival berikutnya dengan dekorasi khas seperti kuda terbang dan Peccot yang menjadi simbol kejayaan masa lalu.

“Kami tidak menuntut Mega Remmeng harus juara, tapi cukup tampil setiap tahun agar menjadi inspirasi dan kebanggaan kami,” imbuhnya penuh haru.

Sementara itu, Mulyadi, pengukir dekorasi Mega Remmeng sejak awal berdiri, mengungkapkan bahwa proses pembuatan dekorasi tahun ini memakan waktu lebih dari satu tahun.

Ia mengaku berhati-hati karena karya tersebut sarat makna sejarah dan harus merepresentasikan kejayaan Sumenep secara tepat.

“Dekorasi Mega Remmeng selalu punya makna. Nama Mega Remmeng sendiri diambil dari kisah kuda yang ditunggangi Arya Joko Tole, pangeran sakti asal Sumenep. Itulah sebabnya lambang kota Sumenep hingga kini masih menggunakan simbol kuda terbang,” jelasnya, Minggu (19/10/2025).

Namun, Mulyadi juga mengakui bahwa dekorasi yang ditampilkan baru terealisasi sekitar 70 persen dari konsep utuhnya. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan waktu dan desakan para pendukung agar Mega Remmeng bisa kembali tampil di tahun ini.

“Kami minta maaf jika masih ada kekurangan. Mega Remmeng bukan sekadar penampilan, tapi simbol kebanggaan masyarakat Sumenep. Kami ingin semuanya sempurna karena setiap detailnya punya nilai sejarah,” ungkapnya.

Kendati begitu, kerja keras tim Mega Remmeng tidak sia-sia. Dalam penampilan perdananya setelah lebih dari satu dekade absen, mereka berhasil menyabet penghargaan Dekorasi dan Penyaji Terbaik di ajang Festival Tong-Tong se-Madura 2025.

Pencapaian tersebut disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan luar biasa oleh seluruh anggota dan pendukung Mega Remmeng.

“Pencapaian ini hasil kerja keras dan doa banyak pihak. Kami bersyukur, meski sempat lama vakum, Mega Remmeng tetap mampu menunjukkan kualitasnya dan mengharumkan nama Sumenep,” tutur Mulyadi penuh rasa bangga.

Bagi masyarakat Madura, khususnya Sumenep, kemenangan ini bukan hanya tentang piala atau penghargaan. Lebih dari itu, Mega Remmeng telah membangkitkan kembali semangat kebersamaan, cinta budaya, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur yang sempat meredup.

Sorak-sorai, air mata haru, dan lagu-lagu penuh semangat yang menggema malam itu menjadi saksi bahwa legenda sejati tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali bersinar.

Dan malam itu, di bumi Sumenep, Mega Remmeng kembali membuktikan: Legenda tak pernah mati. Ia hanya menunggu saatnya untuk terbang lagi.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Komitmen Kades Harno Menata Desa Batuputih Daya, Jalan Dusun Juseraja Kini Mulus
Program Kesehatan Gratis Bupati Fauzi di RSUD Sumenep Bantu Warga Kurang Mampu Jalani Persalinan Tanpa Biaya
Bupati Sumenep ke Kemenhub, Prioritaskan Kelancaran Penyeberangan bagi Warga Kepulauan
Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Masyarakat Rawat Kerukunan
KPK Dalami Aset Anwar Sadad Sambil Persiapkan Penahanan
Pemkab Sumenep-UWG Malang Bangun Sinergi untuk Pendidikan, Riset, dan Inovasi
Berjalan Khidmat, Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Sampang Berlangsung Sukses

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Komitmen Kades Harno Menata Desa Batuputih Daya, Jalan Dusun Juseraja Kini Mulus

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Program Kesehatan Gratis Bupati Fauzi di RSUD Sumenep Bantu Warga Kurang Mampu Jalani Persalinan Tanpa Biaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Bupati Sumenep ke Kemenhub, Prioritaskan Kelancaran Penyeberangan bagi Warga Kepulauan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:31 WIB

KPK Dalami Aset Anwar Sadad Sambil Persiapkan Penahanan

Berita Terbaru

FAKTADATA

Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agu 2026 - 18:40 WIB