Faktadata.id, Sampang, 26 Januari 2026 – Bau amis dugaan korupsi kembali tercium di Kecamatan Jrengik, proyek HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) tahap 2 di Desa Majangan yang dikerjakan oleh P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Sangkar Sejahtera menjadi sorotan tajam. Warga menemukan kejanggalan serius, yakni pembangunan saluran air tanpa adanya galian pondasi.
Temuan ini sontak membuat warga geram dan mempertanyakan kualitas serta ketahanan proyek yang seharusnya bermanfaat bagi pengairan sawah mereka.
“Ini proyek HIPPA kok dikerjakan asal-asalan?. Saluran air kok gak ada pondasinya, bagaimana bisa tahan lama?. Uang negara ini dikemanakan?,” ungkap salah seorang petani Desa Majangan dengan nada kesal.
Ketiadaan pondasi pada saluran air ini sangat berpotensi menyebabkan kerusakan dalam waktu dekat dan mengancam gagalnya fungsi saluran air sebagai irigasi.
Masyarakat Desa Majangan mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan audit terhadap proyek HIPPA tahap 2 yang dikerjakan oleh P3A Sangkar Sejahtera. Mereka curiga ada praktik penyimpangan anggaran yang menyebabkan kualitas proyek menjadi buruk.
“Kami minta aparat penegak hukum turun tangan. Usut tuntas dugaan korupsi di proyek HIPPA ini! Jangan biarkan uang negara dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (mat)










