Faktadata.id, Sampang – Drama pilu menimpa dua perangkat Desa Asemrajeh, Kecamatan Jrengik, Juhari dan Asmuri, dua abdi negara ini “ditelanjangi” haknya. Sembilan bulan lamanya keringat mereka tak dihargai. Gaji tak kunjung tiba.
Juhari dan Asmuri, dengan nada putus asa, meminta bantuan awak media dan Ormas Madas untuk memperjuangkan hak mereka yang dirampas. Sembilan bulan tanpa gaji, keluarga mereka menjerit.
“Kami ini manusia, butuh makan! Sembilan bulan tidak digaji, bagaimana kami menghidupi keluarga,” teriak Juhari dengan nada geram.
Ironisnya, Camat Jrengik, saat dikonfirmasi, justru “cuci tangan” dan menyuruh menyelesaikan masalah ini di tingkat desa. Sementara bendahara desa, bak ditelan bumi. Dihubungi lewat telepon, nomornya tak aktif.
“Camat lepas tanggung jawab! Bendahara menghilang! Kami ini seperti anak ayam kehilangan induk,” ujar Asmuri dengan nada kecewa.
Kasus ini menunjukkan bobroknya tata kelola pemerintahan di Desa Asemrajeh. Hak perangkat desa dirampas. Camat dan bendahara diduga terlibat dalam praktik korupsi yang keji.
Jurnalis dan Ormas Madas, bersiaplah. Kawal kasus ini sampai tuntas. Para pelaku harus bertanggung jawab. Juhari dan Asmuri harus mendapatkan haknya. Keadilan harus ditegakkan. Asemrajeh harus bersih dari praktik keji ini. (MAT)










