Faktadata.id, Sumenep – BPRS Bhakti Sumekar terus berupaya mengembangkan inovasi layanan keuangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu produk yang tengah dipersiapkan adalah pembiayaan pensiun sebagai alternatif dukungan finansial bagi masyarakat yang akan memasuki maupun telah menjalani masa pensiun. Rabu (21/10).
Layanan ini dirancang untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan keuangan, sekaligus mendukung perencanaan kehidupan setelah seseorang tidak lagi aktif bekerja.
Sebab masa pensiun bukanlah akhir dari kesempatan untuk berkarya. Sebaliknya, fase tersebut dapat menjadi awal untuk menjalani aktivitas baru, mengembangkan potensi diri, serta menikmati waktu bersama keluarga dengan perencanaan yang lebih baik.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyampaikan bahwa pembiayaan pensiun diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial pada masa tersebut.
“Layanan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan produk pembiayaan yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Ia menegaskan, pengembangan layanan keuangan akan terus dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.
“Pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini. Perencanaan keuangan yang matang dapat membantu seseorang mengelola kebutuhan hidup secara lebih terarah setelah memasuki masa purnatugas,” ungkapnya.
Masa pensiun, lanjutnya, tetap dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan produktif. Karena itu, kesiapan finansial menjadi salah satu aspek penting agar masa tersebut dapat dilalui dengan lebih nyaman.
“Melalui persiapan produk pembiayaan pensiun ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap dapat memberikan alternatif layanan keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat Sumenep, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk berbagai keperluan,” jelasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BPRS Bhakti Sumekar dalam mengembangkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga perencanaan masa pensiun dapat dilakukan secara lebih matang dan terarah. (spd)








