BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Masyarakat Kelola THR Secara Bijak Jelang Idulfitri

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar

Faktadata.id, Sumenep – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memanfaatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Melalui kampanye literasi keuangan, masyarakat didorong agar mampu mengatur penggunaan THR secara seimbang sehingga tidak cepat habis.

Dalam materi edukasi tersebut, THR dianjurkan untuk dialokasikan ke beberapa pos utama, yakni 40 persen untuk kebutuhan Lebaran, 30 persen untuk tabungan, 20 persen untuk sedekah atau infak, dan 10 persen untuk kebutuhan pribadi (self reward).

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa pengelolaan THR secara bijak sangat penting demi menjaga stabilitas keuangan setelah momen Lebaran berlalu.

“THR sebaiknya tidak dihabiskan begitu saja, melainkan dikelola dengan perencanaan yang tepat. Dengan pembagian yang proporsional, kebutuhan Lebaran dapat terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan ke depan,” ungkapnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, porsi terbesar memang dialokasikan untuk kebutuhan Hari Raya, seperti konsumsi, pakaian, serta keperluan keluarga lainnya. Namun demikian, masyarakat tetap diingatkan agar menyisihkan sebagian untuk ditabung.

“Minimal 30 persen dari THR sebaiknya disimpan sebagai tabungan. Ini penting sebagai cadangan dana darurat atau kebutuhan di masa mendatang,” jelasnya.

Selain aspek finansial, Hairil Fajar juga menekankan pentingnya nilai sosial melalui sedekah atau infak. Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama.

“Kami mengimbau masyarakat agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain. Selain mendatangkan keberkahan, langkah ini juga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, alokasi untuk self reward tetap diperbolehkan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, namun dengan porsi terbatas agar tidak mengganggu keseimbangan keuangan.

Melalui edukasi ini, PT BPRS Bhakti Sumekar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat, khususnya dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR, sehingga terhindar dari masalah keuangan setelah Lebaran.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia
FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi
Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang
Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks
Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan
Momen Hari Batik Nasional, Faruk Dorong Generasi Muda Jaga Keberlanjutan Budaya Madura
Bikin Pengendara Motor Senyum Sumringah, Bang Ali BIP Bagikan Pertalite Gratis di SPBU Camplong Sampang
RSUD Sumenep Tingkatkan Mutu Pelayanan melalui Pengoperasian CT Scan 64 Slice

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Diskominfo Sumenep Kampanyekan “Nongtong Bareng” untuk Angkat Musik Tong-Tong ke Kancah Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:10 WIB

FIKOM Unitomo Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Krisis Komunikasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tiang Listrik di Dalam Rumah Warga, Perisai Law Firm Layangkan Teguran ke PLN UP3 Madura melalui ULP Sampang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Puskesmas Banyuanyar Sampang Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Cegah Kanker Serviks

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Konfercab XLIV PMII Surabaya Memanas, Kader Unair Diduga Jadi Korban Pemukulan

Berita Terbaru