Wujud Komitmen Pemkab Sumenep Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional & Pertumbuhan UMKM

- Redaksi

Minggu, 26 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wujud Komitmen Pemkab Sumenep Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional & Pertumbuhan UMKM

Wujud Komitmen Pemkab Sumenep Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional & Pertumbuhan UMKM

Faktadata.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongso benar-benar menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi saat ini.

Salah satu buktinya seperti yang digagas dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang saat ini dinahkodai Kepala Dinas Agus Dwi Saputra.

Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah Kepemimpinan Bupati Fauzi Achmad Wongsojudo untuk terus melestarikan seni dan tradisional yang ada ditengah kemajuan teknologi saat ini dengan menggelar festival tan pangantanan yang melibatkan peserta didik di lingkungan sekolah TK dan SD setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan peserta dari siswa TK dan SD se-Kabupaten Sumenep pun ikut memeriahkan festival tan pangantanan pada Sabtu, 25 Mei 2024. Yang diikuti peserta keseluruhan sebanyak 43 regu, dengan rincian lembaga pendidikan TK sebanyak 25 regu dan SD sebanyak 18 regu.

Festival yang diselenggarakan ini bukan sekedar permainan yang menghibur, tetapi didalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang memuliakan hidup bersama seperti keindahan, kerukunan, tata krama dan keimanan.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengaku di era digital saat ini, transformasi budaya terjadi begitu deras dan cepat, sehingga untuk membangun karakter anak hendaknya mengisi dengan kegiatan seni dan budaya lokal.

“Melalui festival tan pangantanan tidak seperti permainan lainnya, karena bukan hanya permainan yang menghibur, tetapi mengandung nilai kerukunan, nilai pendidikan, nilai sosial dan nilai kebudayaan,” kata Wakil Bupati Sumenep di sela-sela melepas peserta festival tan pangantanan di depan Rumah Dinas Bupati, Sabtu (25/5).

Menurut Wakil Bupati Sumenep,
tan pangantanan dengan diiringi lagu pengiring dhe’ nondhe’ ni’ nong memiliki makna historis dan nilai filosofis, karena di syair lagu itu merupakan sebuah ungkapan simbolis yang berasal dari kata dhu’nondhu’ (merunduk).

“Secara harfiah merunduk untuk mengajarkan anak supaya memiliki pribadi yang rendah hati dan menghormati orang lebih tua, sehingga jika tidak memiliki tata krama ini, tersisih dari masyarakat (mon ta’ nondhe’ jaga jaggur),” tutur Dewi Khalifah.

Wabup Sumenep ini mengharapkan, seluruh elemen masyarakat mencintai seni dan budaya serta adat istiadat warisan leluhur, bahkan menumbuhkembangkan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya.

“Pemerintah daerah dan masyarakat perlu menghidupkan beragam kegiatan bernuansa seni budaya lokal supaya generasi muda mencintainya, sehingga ditengah kemajuan teknologi saat ini, eksistensi warisan leluhur tetap terjaga, terawat dan lestari di Kabupaten Sumenep,” harap Wabup Dewi Khalifah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menyampaikan, festival tan pangantanan yang melibatkan peserta didik TK dan SD yang diinisiasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya merupakan implementasi dari komitmen pemerintah daerah dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam upaya melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kata Kepala Dinas Agus Dwi Saputra ke depan berkomitmen untuk terus melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi di era saat ini.

“Kami berkomitmen untuk melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi, salah satunya melalui festival ini, yang melibatkan masyarakat untuk mewariskan kepada anak-anak,” terang Kadisdik Agus yang familiar disapa.

Di samping melestarikan seni dan budaya tradisional ditengah kemajuan teknologi saat ini, festival tan pangantanan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berhasil memberi ruang geliat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Sehingga ini, menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap wujud kepedulian pertumbuhan UMKM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di ujung timur pulau Garam Madura.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI
Pemkab Sumenep-UWG Malang Bangun Sinergi untuk Pendidikan, Riset, dan Inovasi
Strategi Jemput Bola BPRS Bhakti Sumekar Mulai Dilirik Pelaku UMKM Arjasa
Literasi Keuangan Sejak Dini, SimPel BPRS Bhakti Sumekar Raih Capaian Positif
Semarak HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Lewat Beragam Kegiatan
Forkopimda Sumenep Bahas Titik Impas Harga Tembakau 2026, Wakapolresta Turut Hadir
Lewat Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Sampang Dorong Remaja Jadi Agen Perubahan
Bupati Sumenep Tegaskan KDMP dan Koperasi Konvensional Dapat Tumbuh Bersama

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Pemkab Sumenep-UWG Malang Bangun Sinergi untuk Pendidikan, Riset, dan Inovasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Strategi Jemput Bola BPRS Bhakti Sumekar Mulai Dilirik Pelaku UMKM Arjasa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Literasi Keuangan Sejak Dini, SimPel BPRS Bhakti Sumekar Raih Capaian Positif

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Lewat Beragam Kegiatan

Berita Terbaru

FAKTADATA

Pelajar SMAN 1 Masalembu Borong Juara Lomba Lari HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agu 2026 - 18:40 WIB