Faktadata.id, Sumenep – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat pendekatan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap layanan perbankan syariah. Strategi jemput bola dilakukan dengan menyambangi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga warga di wilayah kepulauan.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menuturkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat dinilai mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kepercayaan terhadap produk dan layanan perbankan syariah.
Melalui kegiatan tersebut, petugas dapat memberikan informasi secara lebih rinci mengenai produk yang ditawarkan serta menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.
Hairil Fajar mengapresiasi karyawan yang aktif menjalankan sosialisasi di lapangan. Menurutnya, keterlibatan para pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan perusahaan.
“Kami sangat mengapresiasi karyawan yang semangat melakukan sosialisasi. Bagi yang mencapai target, selalu kami berikan bonus sebagai reward,” ujarnya.
Ia mengatakan, sosialisasi tidak hanya dilakukan di wilayah daratan, tetapi juga menyasar kawasan kepulauan melalui jaringan kantor cabang BPRS Bhakti Sumekar. Pendekatan serupa juga diterapkan oleh kantor cabang yang berada di luar Kabupaten Sumenep.
Di Kabupaten Pamekasan, BPRS Bhakti Sumekar saat ini memiliki lima kantor cabang yang tersebar di pusat kota, Kecamatan Larangan, Tlanakan, Waru, dan Pasean.
Meski demikian, manajemen belum memprioritaskan penambahan kantor cabang baru. Fokus saat ini diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan serta optimalisasi kantor cabang yang sudah berjalan.
“Sementara ini kami fokus meningkatkan pelayanan di kantor cabang yang sudah ada,” kata Hairil Fajar.
Di sisi lain, Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Arjasa, Rahmat Hidayat, mengatakan kegiatan sosialisasi secara langsung telah rutin dilakukan sejak awal 2026.
Pasar tradisional menjadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran. Petugas turun langsung untuk memperkenalkan sejumlah produk pembiayaan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan BPRS Bhakti Sumekar.
Salah satu produk yang menjadi fokus sosialisasi adalah Pembiayaan UMKM Syariah. Produk tersebut ditujukan bagi masyarakat yang menjalankan usaha dan membutuhkan dukungan pembiayaan.
Rahmat menyebut, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah pelaku UMKM di Kecamatan Arjasa telah mengajukan pembiayaan setelah memperoleh penjelasan langsung dari petugas.
Kendati demikian, pengajuan pembiayaan tidak serta-merta disetujui. Setiap calon nasabah tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk proses verifikasi dan penilaian sebelum keputusan pembiayaan diberikan.
“Dari hasil sosialisasi tersebut, beberapa UMKM di Arjasa mengajukan pinjaman ke BPRS,” jelasnya.








