Faktadata.id, Sampang, 13 Januari 2026 – Sosok Kapolsek Sokobanah, Iptu Sujiyono, S.H., bersama sang istri, kini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat karena kinerja positifnya.
Ia dikenal dekat dan dicintai. Iptu Sujiyono hadir sebagai pemimpin yang berintegritas, tegas dalam penegakan hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dan memahami kondisi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Iptu Sujiyono, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sokobanah mengalami peningkatan signifikan. Salah satu keberhasilan yang paling dirasakan warga adalah pemberantasan praktik pemalakan di sekitar pasar. Tindakan tegas dan terukur berhasil menghentikan aksi premanisme, memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Upaya pemberantasan perjudian juga patut diacungi jempol. Kegiatan meresahkan seperti sabung ayam berhasil dicegah berkat kesigapan dan komitmen Iptu Sujiyono dalam menjaga moralitas dan ketertiban hukum di wilayahnya.
Namun, Iptu Sujiyono tak hanya fokus pada penegakan hukum. Kepedulian sosial yang tinggi tercermin dari keaktifannya membantu swadaya masyarakat, salah satunya dalam pembangunan dan perbaikan jalan raya yang menghubungkan Desa Sokobanah hingga Tambereh Barat.
“Peran sertanya memotivasi warga untuk bergotong royong demi kemajuan desa,” ujar seorang warga, menggambarkan betapa besar rasa hormat dan kepercayaan masyarakat kepada Iptu Sujiyono.
Ia juga diketahui sering membantu tanpa pandang bulu dan tanpa mengharapkan pamrih.
Kedekatan dengan tokoh masyarakat dan ulama juga menjadi ciri khas Iptu Sujiyono. Di tengah kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri hadir dalam kegiatan keagamaan, menjadi simbol dukungan terhadap nilai-nilai religius dan kebersamaan.
Bahkan, ia tak segan menjemput dan mengawal para kiai yang baru pulang dari umroh, memastikan perjalanan mereka aman dan lancar.
Dengan dedikasi, ketegasan, dan kepedulian sosial, Iptu Sujiyono, S.H., bersama istri, telah menjadi teladan bagi aparat kepolisian dan figur inspiratif bagi masyarakat Sokobanah.
“Kepemimpinan beliau membuktikan bahwa penegakan hukum yang tegas dapat berjalan seiring dengan pendekatan humanis, penuh empati, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (mat)









