Dinkes Sumenep Perkuat Kolaborasi Masyarakat Untuk Generasi Emas Bebas Stunting 2045

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktadata.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui gerakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau disingkat GENTING. Program tersebut menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Rapat Koordinasi Tim Pengendalian GENTING digelar pada Kamis (16/10/2025) di Ruang Rapat Potre Koneng Bappeda Sumenep. Kegiatan diikuti oleh berbagai pihak lintas sektor, termasuk unsur BUMN, BUMD, swasta, perguruan tinggi, lembaga sosial, komunitas, dan media yang berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga berisiko stunting.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep Ellya Fardasah, dalam Arahnya menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong masyarakat dalam mencegah stunting dini sejak. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya soal kekurangan gizi, pola asuh yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Stunting dapat menyebabkan penurunan skor kognitif hingga 11 poin IQ. Jika tidak dicegah, hal ini dapat menghambat terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, GENTING menjadi gerakan penting yang melibatkan semua pihak,” tegas Ellya.

Ellya menambahkan, dasar pelaksanaan gerakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 tentang Panduan Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinkes P2KB Ida Winarni memaparkan capaian penurunan stunting di Sumenep yang menunjukkan tren sangat positif dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun 2021 prevalensi stunting masih di angka 29 persen. Tahun 2022 turun menjadi 21,9 persen, lalu 16,7 persen di tahun 2023, dan tahun 2024 tinggal 11,2 persen. Kami berharap tahun 2025 bisa di bawah 10 persen,” ujarnya.

Ida menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat potensi kelahiran baru yang selalu ada.

“Kita tidak bisa menghilangkan stunting sepenuhnya, tapi kita bisa mencegah anak-anak lahir dalam kondisi stunting melalui pendidikan, asupan gizi yang baik, dan pendampingan keluarga,” tambahnya.

Melalui GENTING, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dapat menciptakan sinergi keberlanjutan antarsektor, memperkuat pendampingan keluarga, serta memastikan kebutuhan gizi anak-anak berisiko stunting terpenuhi.

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan HCU Matahari untuk Optimalisasi Perawatan Pasien
Lewat Gerakan Indonesia Asri, Bupati Pamekasan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Pembangunan di Sumenep
Usut Dugaan Korupsi di Disdik dan RSUD, Kejari Sampang Patok Target Rampung Tahun Ini
Berantas Narkoba, Polres Sumenep Tangkap Pria Pemilik Delapan Poket Sabu
DLH Perkim Sampang Perketat Verifikasi Lapangan untuk Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Dukung Sektor Perikanan 2026, Diskan Sampang Alokasikan Ratusan Juta untuk Bantuan Kelompok Budidaya

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:38 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan HCU Matahari untuk Optimalisasi Perawatan Pasien

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:09 WIB

Lewat Gerakan Indonesia Asri, Bupati Pamekasan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:53 WIB

Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Pembangunan di Sumenep

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:18 WIB

Usut Dugaan Korupsi di Disdik dan RSUD, Kejari Sampang Patok Target Rampung Tahun Ini

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:07 WIB

Berantas Narkoba, Polres Sumenep Tangkap Pria Pemilik Delapan Poket Sabu

Berita Terbaru