Faktadata.id, Pamekasan – Masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih belum jera terhadap dampak dari aksi pesta petasan. Padahal aksi ini sangat merugikan diri sendiri dan masyarakat setempat lainnya.
Meski sudah memakan korban jiwa, pesta petasan masih terus dilakukan oleh warga Desa Panglema, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, di hari ke tiga Idul Fitri 1446 H/2025 M.
Usai pesta petasan yang memakan korban jiwa di Desa Pangurayan Proppo, warga masih belum jera dengan ledakan petasan yang mengakibatkan serpihan petasan mengenai warga yang sedang menonton di saat petasan dinyalakan.
Saat dihubungi melalui WhatsApp oleh sejumlah awak media, Kepala Desa Panglema bersama Kapolsek Proppo bergerak cepat dalam membubarkan persiapan pesta petasan yang berlangsung di Desa Panglema, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan pada Rabu,(2/4/2025) sore.
Aksi tersebut diketahui karena disiarkan langsung di medsos melalui akun TikTok BLACK_BOLD dan dibagikan ke grup WhatsApp live streaming yang menarik perhatian lebih dari 4.000 penonton.
Dalam pernyataannya, Kepala Desa Panglema Uuk Salehoddin mengaku tidak mengetahui adanya persiapan pesta petasan tersebut. “Saya tidak tahu, jika ada akan saya bongkar,” ujarnya saat ditemui dilokasi.
Ia mengapresiasi pihak yang telah memberikan informasi terkait kejadian ini. “Terima kasih atas kerja samanya kepada pihak yang menyampaikan informasi ini kepada saya,” sebutnya.
Ditempat yang sama, Kapolsek Proppo, IPTU Nanang HP mengatakan, dengan adanya kejadian yang kemarin di Pangurayan yang memakan korban hingga meninggal, tentunya dengan adanya informasi yang disampaikan masyarakat itu langsung turun ke lapangan.
“Kami selaku Kapolsek Proppo bersama kepala desa Panglema langsung ke lokasi untuk menghimbau kepada masyarakat agar membubarkan diri dan yang akan dilaksanakan tidak dilanjutkan dengan membubarkan diri untuk pesta petasan yang ada di Desa Panglema itu nihil dan mercon yang akan dinyalakan hanya kembang api dan sudah di sterilkan sudah basah disiram air,” ungkap Nanang pada media.
Aksi cepat tanggap ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai bahwa pesta petasan dapat membahayakan keselamatan dan ketertiban umum.
“Dari pada membakar uang untuk membeli petasan, lebih baik membeli sembako menyantuni fakir miskin dan kaum duafa itu lebih manfaat,” ajak IPTU Nanang.
Kapolsek Proppo menghimbau bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kegiatan yang dapat membahayakan dan mengganggu keamanan lingkungan. (hen)









