Puskesmas Batuputih Lahirkan 3 Inovasi, Gema Batik, Masyarakat Bersahabat dan Silaturrahmi Jiwa

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktadata.id, Sumenep – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lahirkan tiga (3) inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di akar rumput di wilayahnya.

Ada Gema Batik (Gerakan Bersama Bebas Jentik), Masyarakat Bersahabat (Masyarakat Bersama Habiskan Batuk) untuk penanggulangan penyakit TBC, dan Si-Jiwa (Silaturrahmi Jiwa) sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien jiwa.

Gema Batik sendiri merupakan salah satu inovasi Puskesmas Batuputih yang dicetuskan pada tahun 2025 ini sebagai upaya memberantas sarang nyamuk untuk menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaan Gema Batik, Puskesmas Batuputih membentuk Jumantik Keluarga sebagai Juru Pemantau Jentik yang melibatkan salah satu dari keluarga yang ada di dalam rumah (masyarakat di wilayahnya).

“Setiap Minggu nanti kader menghubungi mereka menanyakan hasil pantauannya dalam 1 Minggu, jika 3 Minggu berturut-turut tidak ada jentik di bak mandi atau tempat penampungan lainnya maka dipasang stiker Rumah Bebas Jentik di rumahnya,” terang Plt. Kepala Puskesmas Batuputih dr. Nurhasanah. Jumat (17/1/2025).

Gema Batik inovasi Puskesmas Batuputih ini berbeda dengan gerakan lainnya. Karena selain melibatkan lintas sektor (Camat, Polsek, Koramil, Kepala Desa, Aparat Desa dan kader ILP) juga membentuk Jumantik Keluarga.

Sementara gerakan lainnya, Jumantik dibentuk dari kader sekaligus yang keliling. Sehingga keberadaannya kurang efisien.

“Jadi masing-masing petugas kesehatan dan lintas sektor diwajibkan 1 orang petugas harus datang ke 5 rumah warga, memeriksa tempat-tempat penampungan air, edukasi pencegahan demam berdarah dengan 3M plus, dan pemberian abate,” jelas dokter Ana familiar disapa.

Gema Batik inovasi Puskesmas Batuputih ini pun telah dijalankan dengan mengunjungi beberapa desa. Seperti pada Jumat lalu, ke Desa Batuputih Daya, Batuputih Laok dan Gedang-Gedang.

“Dan pada hari ini (Jumat, 17 Januari 2025) ke Desa Juruan Laok, Batuputih Kenek dan Juruan Daya,” papar dokter Ana. (RED)

Follow WhatsApp Channel faktadata.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Tengah Polemik Bantuan, Founder BIP Pilih Kedepankan Dialog dan Misi Kemanusiaan
RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan HCU Matahari untuk Optimalisasi Perawatan Pasien
Lewat Gerakan Indonesia Asri, Bupati Pamekasan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Pembangunan di Sumenep
Usut Dugaan Korupsi di Disdik dan RSUD, Kejari Sampang Patok Target Rampung Tahun Ini
Berantas Narkoba, Polres Sumenep Tangkap Pria Pemilik Delapan Poket Sabu
DLH Perkim Sampang Perketat Verifikasi Lapangan untuk Bantuan Rumah Tidak Layak Huni
Dukung Sektor Perikanan 2026, Diskan Sampang Alokasikan Ratusan Juta untuk Bantuan Kelompok Budidaya

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:10 WIB

Di Tengah Polemik Bantuan, Founder BIP Pilih Kedepankan Dialog dan Misi Kemanusiaan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:38 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan HCU Matahari untuk Optimalisasi Perawatan Pasien

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:09 WIB

Lewat Gerakan Indonesia Asri, Bupati Pamekasan Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:53 WIB

Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Dukung Pembangunan di Sumenep

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:18 WIB

Usut Dugaan Korupsi di Disdik dan RSUD, Kejari Sampang Patok Target Rampung Tahun Ini

Berita Terbaru